Indikator
  • Undercontruction

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Warga Parseh Dilatih Menjahit

Home / Peristiwa / Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Warga Parseh Dilatih Menjahit
Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Warga Parseh Dilatih Menjahit Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha bersama Kepala Sub Divisi Pemberdayaan BPWS, Edi Slamet didampingi Kades Parseh, Moh Ilyas meninjau proses pelatihan menjahit. (foto: Doni Heriyanto/TIMES Indonesia)

TIMESMADURA, BANGKALAN – Warga di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur dilatih keterampilan menjahit. Pelatihan tersebut, guna menekan angka pengangguran dan untuk mencegah warga melakukan pekerjaan terlarang.

Tiga desa di Kecamatan Socah, yakni Desa Parseh, Jaddih dan Sangra Agung dikenal dengan basis peredaran narkoba. Namun, berkat dorongan dari Polres Bangkalan tiga desa tersebut mendeklarasikan sebagai kampung bebas narkoba pada, Rabu 28 Desember 2016 lalu.

"Melatih warga Desa Parseh keterampilan menjahit adalah upaya nyata untuk menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat," ucap Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha, Rabu (13/9/2017).

Perwira kelahiran Banda Aceh ini menjelaslan, berbekal keterampilan menjahit diharapkan mereka bisa bekerja profesional, kompten dan terampil. Terlebih,
mampu menjadi pengusaha mikro kecil menengah. Sehingga tidak ada lagi yang terjerembab ke dalam lembah hitam bisnis barang terlarang.

"Program ini bekerja sama dengan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya dan Madura (BPWS). Kami lihat perkembangannya begitu pesat," imbuhnya.

Ke depan kata Anissullah pihaknya akan meminta program-program lain yang bisa diproyeksikan bagi warga Desa Parseh, Jaddih dan Sanggra Agung. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan menciptakan lapangan kerja di tiga desa itu menjadi prioritas utama.

"Pemerintah daerah juga menjanjikan program, kami akan tunggu realisasinya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Pemberdayaan BPWS, Edi Slamet memaparkan pelatihan keterampilan menjahit ini akan berlangsung selama 240 jam atau 24 hari tanpa dipungut biaya. Semua kebutuhan dan fasilitas peserta pelatihan telah ditanggung.

"Kami juga mencanangkan pelatihan otomotif, las dan ekonomi kreatif," ucapnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com