Bawa 7 Tuntutan, Pelaku Seni di Pamekasan Unjuk Rasa di DPRD

Home / Berita / Bawa 7 Tuntutan, Pelaku Seni di Pamekasan Unjuk Rasa di DPRD
Bawa 7 Tuntutan, Pelaku Seni di Pamekasan Unjuk Rasa di DPRD Aliansi rakyat pelaku seni dan pemuda Pamekasan bawak tujuh tuntutan dalam aksi depan kantor DPRD Pamekasan.(Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)

TIMESMADURA, PAMEKASAN – Sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Pelaku Seni dan Pemuda Pamekasan (ARAPP) membawa tujuh tuntutan dalam aksi depan kantor DPRD Kabupaten Pamekasan, Kamis (16/1/2020).

Hairil, seorang pegiat seni yang ikut aksi itu, menyampaikan bahwa pecinta musik di Pamekasan merasa dikekang dengan larangan yang dinilai tidak jelas oleh pemangku kebijakan di Kabupaten Pamekasan.

"Jadi kami minta pegiat seni dibebaskan dalam berkreasi di Kabupaten Pemekasan agar seni musik di Pamekasan tidak mati suri," ungkapnya.

Selain itu, Indra, salah satu orator aksi, juga menilai aturan yang ada di Pamekasan cenderung mengekang kreasi para pencinta musik.

"Dengan itu, kami menuntut ketegasan dari bupati Pamekasan untuk memperjelas perda hiburan tanpa adanya intimidasi dari pihak manapun,"ucapnya.

Massa juga menuntut dan meminta kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Pamekasan untuk segera membentuk tim dan melibatkan unsur pelaku seni dan dalam merevisi dan penetapan perda hiburan secara umum dan musik secara khusus.

"Selebihnya, kami meminta bupati dan DPRD Kabupaten Pamekasan untuk mensosialisasikan seni sebagai salah satu cara menerangi radikalisme sehingga tidak ada lagi diskriminasi terhadap pelaku seni," ujarnya.

Selain itu, pihaknya menuntut Bupati, DPRD, dan Polres Pamekasan memberikan kemerdekaan berekspresi dalam seni dan musik sebagai hak sipil warga negara Indonesia. Hak tersebut merupakan hak asasi manusia yang mutlak dilindungi konstitusi selagi tidak bertentangan dengan undang-undang dan hukum yang berlaku.

"Polres Pamekasan lebih objektif dan profesional menjalankan tupoksinya dalam menyikapi pentas seni khususnya musik di Kabupaten Pamekasan," katanya.

Pecinta seni musik yang ada Pamekasan meminta pihak polres tidak mengekang kebebasan berekspresi dan mempermudah perizinan pentas seni, khususnya musik selagi tidak melanggar undang-undang dan hukum yang berlaku. 

"Kami meminta bubarkan dewan kesenian pamekasan, karena sudah tidak bisa mengakomodir pecinta musik yang ada di Kabupaten setempat," ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pamekasan, Totok Hartono menyampaikan bahwa dirinya setuju terhadap tuntutan yang disampaikan pelaku seni yang ada di Kabupaten Pamekasan.

"Serta tuntutan yang disampaikan pecinta musik akan ditindak lanjuti dan nanti kita diskusikan. Jika ada dari pihak pecinta musik yang mau audensi terkait ini kapanpun siap menerima," ujarnya menanggapi tuntutan Pelaku Seni di Pamekasan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com