Presiden RI Jokowi Yakin Dampak Ekonomi Labuan Bajo Bakal Dahsyat

Home / Berita / Presiden RI Jokowi Yakin Dampak Ekonomi Labuan Bajo Bakal Dahsyat
Presiden RI Jokowi Yakin Dampak Ekonomi Labuan Bajo Bakal Dahsyat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, NTT (Foto: Setkab RI for TIMES Indonesia)

TIMESMADURA, NTTPresiden RI Jokowi (Joko Widodo) optimistis pembangunan Labuan Bajo sebagai kawasan pariwisata prioritas pada 2020, akan memberikan dampak ekonomi yang amat signifikan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada penyerahan sertifikat hak atas tanah kepada rakyat, di Halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (21/2/2020).

"Kalau turis semakin banyak ke sini, belanja banyak di sini, seperti tadi disampaikan oleh Pak Bupati (Manggarai Barat), pendapatan asli daerah saja meningkat sampai 1.000 persen, 10 kali lipat berarti, dan nanti setelah selesai (pembenahan) itu enggak tahu meloncatnya akan berapa kali lipat lagi," tegasnya.

Presiden mencontohkan dampak ekonomis itu adalah pembangunan hotel besar yang nantinya membutuhkan pasokan makanan. "Nanti dia akan butuh untuk makan pagi turis, berarti butuh sayur, ya kan, butuh buah, ngambilnya dari sekitar sini," imbuhnya.

Untuk itu, presiden pun mengajak masyarakat Labuan Bajo untuk bersiap menerima kunjungan para wisatawan. "Semuanya kita harus siap, ramah terhadap wisatawan, tidak buang sampah sembarangan baik di darat maupun di laut, itu penting sekali," sambungnya.

Presiden juga menyampaikan bahwa pembenahan kawasan Labuan Bajo akan dilakukan secara menyeluruh, mulai perluasan bandar udara, pembangunan jalan dan trotoar, sampai penyediaan air bersih. Selain itu, pemerintah akan menyiapkan tempat persemaian atau nursery di kawasan tersebut.

“Untuk air baku juga akan ada bendungan yang kita harapkan segera selesai, pengolahan sampah juga akan kita bangun di sini. Saya siapkan mungkin setiap tahun 5 juta bibit pohon yang nanti kita tanam bersama-sama agar ini semuanya menjadi hijau," paparnya.

Presiden RI Jokowi menyebut jika pembangunan bandara di Labuan Bajo oleh Kemenhub RI dibutuhkan anggaran Rp 1,2 triliun, sementara pembenahan kawasan wisata oleh Kementerian PUPR RI digunakan anggaran Rp 970 miliar, tapi ia yakin hal itu sepadan. "Saya enggak akan banyak omong, nanti kita lihat bersama-sama akan ada perubahan total di sini," tukasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com