PPMI: Masih Banyak Perlakuan Kekerasan Terhadap Pers Kampus

Home / Berita / PPMI: Masih Banyak Perlakuan Kekerasan Terhadap Pers Kampus
PPMI: Masih Banyak Perlakuan Kekerasan Terhadap Pers Kampus Suasana acara yang berlangsung di Vihara Avalokitesvara, Candi Utara, Polagan, Galis, Kabupaten Pamekasan. (FOTO: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)

TIMESMADURA, PAMEKASAN – Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional menolak dengan tegas pada siapapun yang melakukan kekerasan terhadap pers kampus di lapangan.

Penolakan tersebut disampaikan dalam acara pembukaan Kongres PPMI yang ke-15 dengan tema, "Memperkokoh Militansi Pers Mahasiswa di Bawah Tekanan Oligarki".Jum'at (14/02/20)

Kegiatan yang berlangsung di Vihara Avalokitesvara, Candi Utara, Polagan, Galis, Kabupaten Pamekasan, dihadiri sejumlah peserta PPMI.

Dalam penyelenggaraan acara tersebut, serangkaian serangkaian acara juga digelar yaitu, pemilihan Sekjen PPMI Nasional, Bincang Jurnalistik, Workshop Jurnalisme Sastrawi, Festival Media, Pameran Karya, Sarasehan dan Pentas Budaya yang akan dilaksanakan dari tanggal 12 Pebruari hingga 17 tahun 2020.

Rahmat Ali selaku sekretaris jenderal (Sekjen) PPMI Nasional menyampaikan, bahwa insan pers mahasiswa harus dengan tegas menolak tindakan kekerasan. Pasalnya di setiap tahun masih saja ada perlakuan tidak manusiawi terhadap jurnalis kampus.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pihak kampus juga masih banyak yang kurang memahami aturan hukum terkait perlindungan jurnalis dan Undang-undang tentang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

"Apa yang akan kita lakukan ke depannya. Dari banyaknya tindakan oligarki terhadap pers mahasiswa, maka kita harus menolak tindakan represif kepada pers mahasiswa," ungkap pria yang sering di panggil Maheng ini.

Sekjen PPMI Nasional juga mengimbau kepada peserta untuk ikut andil dalam menjaga eksistensi keberlangsungan kinerja PPMI di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Fatim sebagai ketua panitia berharap, diselenggarakannya kongres dapat memberikan perubahan yang lebih baik terhadap kehidupan pers mahasiswa di di Indonesia.

"Kongres PMII nasional atau pemilihan sekjennas yang baru, semoga bisa lebih menghidupkan PPMI untuk selanjutnya," katanya.

Abdul Gafur penanggung jawab kongres PPMI mengatakan bahwa kegiatan ini juga ditujukan untuk mempererat silaturrahim antarlembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Indonesia.

"Selamat datang di Madura. Perlu kita ketahui bersama, Madura tidak sekeras dan tidak sejelek stereotip yang didapat dari media. Seperti carok yang dianggap budaya, padahal Itu bukan," ucap Abdul Gafur sebagai penanggung jawab kongres PPMI ke-15. (*) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com