Kementan RI Sosialisasikan Pekarangan Pangan Lestari

Home / Berita / Amankan Stok Pangan Keluarga, Kementan RI Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan
Amankan Stok Pangan Keluarga, Kementan RI Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan dengan penanaman aneka tanaman. (FOTO: Kementan RI for TIMES Indonesia)

TIMESMADURA, LAMPUNG – Kementerian Pertanian (Kementan RI) melalui Badan Ketahanan Pangan, terus melakukan sosialisasi kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan yang selama ini telah dilakukan, yaitu Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

P2L merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai penghasil pangan oleh Kementerian Pertanian. 

Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan, menjelaskan bahwa pekarangan dapat menjadi sumber pangan keluarga di masa pandemi saat ini, "Dari pekarangan kita bisa ambil terong, tomat, sawi, dan sebagainya, ga usah khawatir. Bapak-bapak juga bantu," jelas Agung, Minggu (5/7/2020).

Kegiatan P2L dilaksanakan dengan mendorong pemberdayaan masyarakat untuk secara mandiri mengelola pekarangan menjadi sumber pangan. Empat konsep kegiatan di dalamnya berupa rumah bibit, demplot, pertanaman pekarangan, dan pasca panen serta pemasaran.

Jaeni, Ketua P2L KWT Mekar Sari, Desa Rama Indra, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah mengungkapkan bahwa kegiatan P2L tidak hanya menjadi sumber pangan keluarga, namun juga menghemat pengeluaran belanja pangan para anggota, "Kita sudah tidak perlu lagi belanja pak, tinggal petik di demplot," ungkapnya.

Manfaat serupa dari P2L juga dirasakan oleh KWT Wijaya Kusuma, Desa Rukti Harjo, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, "Demplot sudah beberapa kali panen pak, alhamdulillah ada  orang mau beli, kemarin yang laku  kangkung, pakcoy, sama bayam" jelas Atun, sekretaris P2L KWT Wijaya Kusuma.

Sementara itu, Kepala Desa Rukti Harjo, Gunawan, berterimakasih kepada Badan Ketahanan Pangan, bahwa dengan adanya kegiatan P2L, masyarakat sekitar turut antusias mencontoh kegiatan tersebut, 

"Rumah bibit dan demplot yang dibangun itu, jadi contoh masyarakat sekitar untuk ikut menanam sayur-sayuran lainnya di halaman rumah mereka," ungkap Gunawan. 

Kembali ke Agung. Ia menjelaskan, dalam rangka pemberdayaan kelompok, bantuan pemanfaatan pekarangan dalam P2L dibagi dua tahap, yaitu Tahap Penumbuhan di tahun pertama dan Tahap Pengembangan di tahun kedua.

"Tahun kedua kelompok akan masuk ke dalam Tahap Pengembangan, jadi kegiatan kelompok bisa mengembangkan lahan ini. Rumah bibit juga dikembangkan jangan sampai mati, kalau bibit sudah digunakan, bisa ambil bibit baru hasil persemaian," ujar Agung.

Selain itu, P2L juga membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 agar tetap produktif, "Saya harapkan kegiatan ini dapat membantu anggota khususnya dan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, serta menambah pendapatan," jelas Agung.

Kementan RI tambah Agung berharap kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dapat mendorong kelompok penerima manfaat untuk lebih mandiri dan lestari serta menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, sehingga target menciptakan sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif dapat terwujud. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com