APK Diturunkan Paksa, Caleg PKS di Bangkalan Lapor Gakkumdu

Home / Berita / APK Diturunkan Paksa, Caleg PKS di Bangkalan Lapor Gakkumdu
APK Diturunkan Paksa, Caleg PKS di Bangkalan Lapor Gakkumdu Musawwir (kopiah hitam) bersama pengurus PKS ketika mendatangi sentra Gakkumdu Bangkalan. (FOTO: Doni Heriyanto/TIMES Indonesia)

TIMESMADURA, BANGKALANCaleg PKS, Musawwir, melaporkan penurunan, dan penghilangan paksa tiga Alat Peraga Kampanye (APK) miliknya ke sentra Penegakan Hukum Terpadu atau Gakkumdu Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (14/1/2019).

"APK yang diturunkan paksa dan dihilangkan itu, dua di Dusun Pandan, dan satu di Dusun Kebun, Desa Kendaban, Kecamatan Tanah Merah," kata Musawwir kepada TIMES Indonesia.

Caleg daerah pemilihan (Dapil) 6 ini, menyesalkan penurunan paksa yang diduga dilakukan oknum kepala dusun dan petugas keamanan Desa Kendaban tersebut. Apalagi, poster berukuran 1,5 meter x 2 meter itu dipasang sendiri oleh pemilik lahan.

"Saya sudah berupaya menyelesaikan dengan cara kekeluargaan. Tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan, makanya dilaporkan ke Gakkumdu," tegasnya.

Musawwir menyampaikan, penurunan paksa APK tersebut terjadi pada Kamis, 10 Januari 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, dan Jumat, 11 Januari 2019, pukul 08.00 WIB. Sekalipun kasus ini dilaporkan ke Gakkumdu, dia mengaku tetap akan menunggu itikad baik dari yang bersangkutan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

"Kapanpun, dan dimanapun saya siap menyelesaikan secara kekeluargaan, tapi dengan catatan APK saya dipasang kembali sesuai dengan mekanisme saat negosiasi awal," terangnya.

Sementara itu, Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Bangkalan M Masyhuri menjelaskan, Gakkumdu memiliki waktu dua hari untuk mengkaji laporan dari PKS terkait indikasi pidana pemilu tersebut.

"Jika laporan ini mengarah ke pidana pemilu, kami akan kordinasi dengan kepolisian, dan kejaksaan. Besok putusannya baru bisa diketahui," ucapnya saat ditemui di sentra Gakkumdu Bangkalan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com