Pria Pun Rawan Terserang Kanker Kulit, Jangan Gengsi Perawatan Kulit

Home / Berita / Pria Pun Rawan Terserang Kanker Kulit, Jangan Gengsi Perawatan Kulit
Pria Pun Rawan Terserang Kanker Kulit, Jangan Gengsi Perawatan Kulit Salah satu klinik yang menawarkan perawatan kulit. (FOTO: A. Wicaksono/TIMES Indonesia)

TIMESMADURA, YOGYAKARTA – Hasil penelitian terbaru di Inggris tahun 2018 mengungkap bahwa kanker kulit pada dekade terakhir ini makin banyak menyerang kaum lelaki dibanding perempuan. Oleh karenanya, kaum lelaki juga perlu melakukan perawatan kulit

Hasil temuan yang dipresentasikan pada Konferensi Riset Kanker Nasional 2018 di Inggris ini menunjukkan bahwa delapan dari 18 negara yang diteliti, tingkat kematian lelaki akibat kanker kulit meningkat 50 persen selama tiga dekade terakhir.

“Biasanya laki-laki memiliki habit tidak terlalu peduli dengan perawatan kulitnya, sehingga seringkali kaum laki-laki abai pada beberapa kondisi yang memicu kanker kulit,” kata Pakar Kecantikan, dr Hj Gadis Frinawati MPH Senin (14/1/2019).

Gadis menuturkan kasus kanker kulit atau melanoma disebabkan oleh kerusakan sel kulit yang dipicu oleh paparan sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari atau sumber radiasi ultraviolet lainnya.

Dengan kondisi seringnya anomali cuaca saat ini yang kerap melanda negara-negara beriklim tropis, potensi serangan kanker kulit itu dinilai juga makin kuat.

“Sudah saatnya kaum pria ikut memperhatikan kondisi kulitnya, cara mudah misalnya rajin memakai jaket saat keluar siang, atau perawatan sederhana rutin memakai sunblock, jangan merasa gengsi,” ujar pemilik klinik Sabrina Beauty Care dan Ali Tatto Sulam Yogyakarta itu.

Gadis juga menyarankan, agar dalam upaya mencegah kerusakan kulit, masyarakat bisa memperhatikan aktivitasnya agar lebih menjamin kesehatan kulit. Seperti tidak berenang ketika cuaca sangat terik.

Sedangkan bagi kaum wanita yang rajin melakukan perawatan seperti penggunaan pemutih atau whitening, lotion, sabun dan lainnya juga menghindari produk yang mengandung nyata Merkuri dan Hidrokinon.

“Memang whitening memutihkan, tapi lama-lama akan membuat kulit itu menjadi sangat tipis sehingga tak punya perisai untuk melindungi dari paparan sinar UV,” ujarnya.

Gadis menuturkan, perawatan kulit paling aman memang dengan memberinya asupan nutrisi alami. Terutama yang mengandung Vitamin A, B, C, D, E, dan K.

“Kalau nutrisi alami itu memang mungkin lama prosesnya, namun jika ingin mengejar ketertinggalan untuk perawatan kulit sudah banyak suplemen yang menyediakan namun tetap harus hati-hati dengan kandungannya, dicek benar apakah aman atau tidak,” ujarnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com