Pidato Kerakyatan, Khofifah akan Peras Nawa Bhakti Satya Menjadi "Cetar"

Home / Berita / Pidato Kerakyatan, Khofifah akan Peras Nawa Bhakti Satya Menjadi "Cetar"
Pidato Kerakyatan, Khofifah akan Peras Nawa Bhakti Satya Menjadi "Cetar" Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan Pidato Kerakyatan di Tugu Pahlawan di Surabaya, Kamis (14/2/2019).

TIMESMADURA, SURABAYA – Surabaya-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan Pidato Kerakyatan di Tugu Pahlawan di Surabaya, Kamis (14/2/2019). Ia menyatakan kesiapannya untuk mengabdikan diri demi mewujudkan kemakmuran masyarakat di Jawa Timur. 

"Saya dan pak Emil sampaikan terimakasih pada masyarakat Jatim. Kami berdua adalah warga Jatim yang siap melayani panjenengan semua. Kami punya Nawa Bhakti Satya 9 program yang ingin kita baktikan untuk memuliakan masyarakat Jatim," ungkap Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini saat melakukan Pidato Kerakyatannya.

TIMES-Indonesia-Khofifah-3.jpg

Khofifah juga mengungkapkan bahwa ia akan memeras Nawa Bhakti Satya menjadi 'Cetar' yang berarti Cepat, Efektif, Tanggap dan Responsif.  "Kami ingin memeras Nawa Bhakti Satya menjadi Cetar

Cepat kalau ada masalah yang dihadapi rakyat maka problem-problem yang dihadapi akan mudah terselesaikan," terang Khofifah di hadapan ribuan masyarakat Jatim

Pada penerapannya, 99 hari pertama kerja tersebut, dibagi menjadi tiga. Masing masing 33 hari pertama, 33 hari kedua, dan 33 hari ketiga. Program kerja tersebut, kata Khofifah, ada yang berbasis APBD dan ada yang berbasis non APBD. 

"Maka masing-masing dinas akan ada semacam tanggung jawab dan adu Cetar. Dikbud sudah Cetar belum?, Kominfo sudah Cetar belom?, Kesehatan sudah Cetar belum? Infrastruktur PUPR sudah Cetar belum?," kata Khofifah.

TIMES-Indonesia-Khofifah-4.jpg

Khofifah menegaskan, Cetar bisa dijadikan evaluasi bagi seluruh masyarakat di Jawa Timur, bahwa ada kecepatan efektivitas pada sikap tanggap dan respon dari seluruh yang dilaporkan, direkomendasikan oleh seluruh masyarakat Jawa Timur. 

"Ada pelaku dunia usaha di situ, ada masyarakat di situ, ada UMKM, ada Koperasi, ada IKM, ada profesi di situ, kalau layanan kesehatan ada rumah sakit dan dokter, layanan pendidikan adalah yang melayani apakah negeri atau swasta atau berbasis pesantren atau non pesantren," ujarnya.

Usia Pidato KerakyatanKhofifah dan rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Hotel Majapahit dan menuju Gedung Negara Grahadi untuk berbuka bersama sejumlah anak yatim (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com