Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal

Home / Kopi TIMES / Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal
Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal Dr. Sabarudin Akhmad, ST., MT., IPM., Asean Eng, Koordinator Program Studi Teknik Industri Industri, Universitas Trunojoyo Madura

TIMESMADURA, BANGKALAN – CoVid-19 telah menyerang lebih dari 100 negara, menelan ribuan korban jiwa dan menginfeksi lebih dari seratus ribu orang. Keadaan ekonomi internasional dalam kekacauan. Hampir semua kegiatan diberhentikan, termasuk pabrik. Akibatnya, banyak perusahaan gulung tikar dan melakukan pemecatan secara massal.

Agar kondisi kembali seperti normal seperti semula, sejumlah negara mulai menetapkan strategi untuk mencegah penyebaran virus corona yang diidentifikasi dapat menular human to human ini. Salah satunya dengan menetapkan protokol kesehatan yang ketat. Perekonomian harus bangkit lagi. Semua kegiatan harus kembali seperti semula dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada. New normal. Termasuk operasional pabrik yang sempat terhenti.

Lalu, seperti apa operasional pabrik yang efektif ketika harus mengikuti sejumlah persyaratan new normal?

Perlu solusi yang tepat guna mengembalikan kegiatan produksi pada pabrik dengan protokol kesehatan yang tepat juga. Salah satu yang dapat diterapkan adalah meletakkan fasilitas-fasilitas yang ada dalam pabrik sehingga syarat physical distancing dan social distancing terpenuhi.

Di sini letak penting disiplin ilmu Perancangan Tata Letak Fasilitas (PTLF). Disiplin ilmu ini diperlukan untuk mengatur fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi saat new normal diberlakukan di lingkungan pabrik. Seperti pengaturan penempatan mesin, fasilitas penunjang produksi, kelancaran perpindahan material yang diangkut, operator dan sebagainya.

PTLF mampu membantu pengambil keputusan bagaimana seharusnya pabrik tetap bisa beroperasi normal kembali tanpa mengabaikan physical distance (jarak) antar fasilitas yang diperlukan. Baik berupa mesin, fasilitas lain dan sejumkah fasilitas yang dikendalikan langsung oleh karyawan atau operator sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Ada beberapa teknik dalam disiplin ilmu Perancangan Tata Letak Fasilitas (PTLF)yang dapat dilakukan untuk menempatkan fasilitas-fasilitas yang ada di dalam perusahaan baik di lantai produksi atau di kantor. Antara lain Teknik Perhitungan Luas Lantai, Activty Relantionship Diagram, Minimum Spanning Tree Algorithm dan beberapa teknik lain. Teknik tersebut bisa digunakan untuk menempatkan fasilitas-fasilitas pabrik sesuai dengan bobot kepentingannya.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan teknik tersebut. Pertama, Kelonggaran Pekerja dengan lebar minimal 1 meter yang berfungsi sebagai area pergerakan karyawan selama proses produksi.

Kemudian Kelonggaran Bahan Baku disesuaikan dengan panjang maksimum bahan baku yang keluar masuk mesin. Sedangkan Kelonggaran Gang ditetapkan sebesar 20% dari bahan baku terpanjang yang dipindahkan. Atau, jika panjang bahan baku lebih kecil dari lebar alat angkut maka ditetapkan lebar sesuai lebar mesin ditambah 20% lebar mesin.

Adapun Kelonggaran Perawatan Mesin, digunakan untuk area perawatan mesin dengan lebar 1 meter. Sehingga pabrik dapat melaksanakan produksi kembali dalam era New Normal.

Demikian sejumlah catatan penting yang bisa dilakukan sebuah pabrik saat memutuskan untuk menerapkan sejumlah protokol kesehatan saat new normal diberlakukan.

***

* Penulis Dr. Sabarudin Akhmad, ST., MT., IPM., Asean Eng adalah Koordinator Program Studi Teknik Industri Industri, Universitas Trunojoyo Madura
*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com