Menjadi Profesional di Bidang Desain Produk Industri UMKM, Mengapa Tidak?

Home / Kopi TIMES / Menjadi Profesional di Bidang Desain Produk Industri UMKM, Mengapa Tidak?
Menjadi Profesional di Bidang Desain Produk Industri UMKM, Mengapa Tidak? Sulung Rahmawan Wira Ghani, ST.MT, Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang. Pegiat Desain produk industry untuk UMKM Jombang dan CEO Pring*godani @ kelolabambu.com

TIMESMADURA, JOMBANG – Tak mudah bagi seseorang untuk memutuskan alih profesi. Terutama saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Banyak pertimbangannya. Apalagi bila seseorang ingin pindah haluan dari kerja kantoran yang bersifat rutinitas menjadi seorang wirausaha atau profesional di bidang lain sesuai dengan yang disukainya.

Biasanya pertimbangan yang banyak digunakan adalah apakah profesi barunya punya kepastian di masa yang akan datang. Butuh pertimbangan yang matang, sebelum seseorang memastikan langkahnya untuk alih profesi.

Sebagai bahan untuk menimbang apakah profesi barunya itu layak atau tidak dijadikan sandaran masa depan, butuh review, referensi, dan kajian soal apa saja profesi yang tak lekang digerus perkembangan zaman.

Harus disadari, era industry 4.0 secara signifikan sudah mampu mengubah tipe pekerjaan dan pendidikan yang melatar belakangi sebuah pekerjaan. Kreativitas dan inovasi menggeser pendidikan formal dan mengesampingkan ijazah sebagai syarat mutlak dalam memperoleh pekerjaan.

Penulis melihat, desainer produk industri adalah salah satu profesi yang menjanjikan dan tak lekang dimakan zaman dan teknologi. Profesi ini sangat fokus pada soal kreativitas dan inovasi.

Di sisi lain, dengan melimpahnya sumberdaya alam di Indonesia, penduduknya yang sangat heterogen, dan puluhan juta jumlah UMKM, membuat profesi ini sangat menjanjikan.

Profesional di bidang ini mampu mendesain sebuah produk berdasarkan rasa, nilai atau budaya yang ada dan kemudian diwujudkan dalam sebuah produk desain. Hasilnya, bisa sangat khas dan unik.
Dan tak mungkin bisa diganti oleh robot dan teknologi.

CEO Google Larry Page pernah bicara soal  produk yang tidak akan pernah tergantikan dengan yang lain karena sifatnya yang ekslusif bagi pengguna produknya. Produk itu adalah sikat gigi.

Dari sebuah sikat gigi, kita belajar bahwa sebuah produk sikat gigi tidak akan pernah digunakan untuk semua orang. Hanya khusus, untuk satu mulut saja. Sebuah sikat gigi tak mungkin dipinjamkan, disewakan atau bahkan dijual ulang.

Seorang desainer produk industri profesional akan terus mengembangkan kreativitas dan inovasinya untuk menyiptakan dan mendesain produk-produk seperti produk sikat gigi ini.

Seorang profesional di bidang desain produk industri bukan melulu lagi hanya mengurus kebutuhan industri manufaktur atau industri besar. Industri UMKM saat ini butuh sentuhan profesional di bidang ini. Karena potensi UMKM di Indonesia sangat besar dan beragam.

Dan pelaku UMKM kini juga sudah mulai 'melek' desain. Mereka mulai sadar bahwa desain produk adalah salah satu faktor penting dalam pemasaran.

Banyak hal dalam industri UMKM yang perlu sentuhan seorang desainer produk industri. Mulai dari desain packaging atau kemasan, membuat desain produk UMKM yang benar-benar baru, desain pameran, interior, bahkan sampai ada yang merambah ke desain rancang teknologi informasi.

Nah, bila Anda mulai ambil ancang-ancang alih profesi, mulailah belajar dan menekuni profesi desainer produk industri khusus untuk UMKM ini. Peluang jadi profesional di bidang ini sangat terbuka lebar dan cukup menantang bagi yang suka tantangan dan jiwa mandiri. Tertarik?

***

Penulis: Sulung Rahmawan Wira Ghani, ST. MT, Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang. Pegiat Desain produk industry untuk UMKM Jombang dan CEO Pring*godani @ kelolabambu.com

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com