Opini

Antara Sebatang Rokok dan Sedekah

Home / Opini / Antara Sebatang Rokok dan Sedekah
Antara Sebatang Rokok dan Sedekah Noor Shodiq Askandar, Wakil Rektor 2 Unisma, Ketua PW Lazisnu Jatim. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESMADURA, MALANG – BAGI sebagian masyarakat Indonesia, merokok telah menjadi bagian dari gaya hidup yang sulit ditinggalkan. Seakan laki laki tanpa rokok, bagaikan sayur tanpa asam. Serasa tidak lengkap, sehingga rasanya hambarOrang yang tidak merokok, dianggap ketinggalan zaman dan tidak  mengikuti trend kehidupan masa kini. 

Gaya hidup tidak sehat ini, bahkan telah merambah tidak hanya kepada orang tua, akan tetapi sampai pada anak remaja, dan bahkan anak-anak. 

Kini banyak kita jumpai anak dan remaja merokok dengan bangganya di pinggir jalan, di mall, dekat musholla, dan berbagai tempat umum yang seharusnya steril dari hal hal yang merugikan kesehatan. 

Merokok tidak hanya kurang baik bagi perokok, akan tetapi juga perokok pasif (orang yang tidak merokok, tapi terkena dampaknya).

Memang ada baiknya juga banyak perokok, karena mampu menghidupi berjuta orang baik secara langsung maupun tidak langsung. Mulai dari karyawan pabrik rokok, petani tembakau, para supir angkot dan angkudes, tukang tambal ban, service motor, dan lain sebagainya. 

Sebagai ilustrasi, keberadaan satu pabrik rokok gudang garam mampu menghidupi satu juta orang lebih baik langsung maupun tidak. Namun apakah manfaat yang diperoleh lebih besar atau lebih kecil, tentu perlu penelitian lebih lanjut.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com